Uncategorized

Mengenal Penyakit Von Willebrand

Hasil gambar untuk Penyakit Von Willebrand

Pantiwilasa.com

Pengertian penyakit von willebrand yaitu suatu penyakit berupa adanya kelainan pembekuan darah. Penyakit ini merupakan penyakit yang berlangsung seumur hidup dan termasuk salah satu jenis penyakit bawaan yang diwariskan secara autosomal. Penyakit von Willebrand bisa ditandai dengan adanya kelainan faktor VIII sebagai faktor pembekuan darah.

Penyakit von Willebrand bisa dialami oleh laki- laki dan perempuan. Penyakit ini merupakan penyakit yang diturunkan secara genetika dengan dua sifat yaitu autosomal resesif dan autosomal dominan. Terdapat hubungan antara hemofilia A (di mana terjadi penurunan faktor VIII) dengan Penyakit von Willebrand (di mana protein kompleks yang disebut von Willebrand) yang tidak dapat dikontrol. Hal ini menyebabkan hasil penurunan genetik dari orang tua kepada anaknya. Selain itu, kondisi lain juga dapat terjadi akibat platelet dalam darah tidak lagi dapat melekatkan sel darah merah saat dibutuhkan pembekuan akibat pendarahan berlangsung.

Pengertian penyakit von Willebrand yaitu salah satu kelainan darah yang merupakan penyakit bawaan. Penderita mempunyai darah dengan kadar faktor Willebrand yang sedikit atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menyebabkan perdarahan lebih lama berhenti.  Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit von Willebrand hingga saat ini. Tetapi, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan masalah serius dan sebagian besar penderita bisa menjalani hidup yang normal dan aktif.

Jenis – jenis penyakit von willebrand :

4 Jenis tipe dari penyakit von willebrand :

1. Tipe 1 : jenis ini termasuk tipe ringan. Kondisi yang terjadi adalah penurunan pada faktor Von Willebrand. Gejala dari tipe 1 yaitu pendarahan hebat yang terjadi ketika operasi tanpa ada pendarahan spontan.

2. Tipe 2 : gejala yang terjadi yaitu pendarahan spontan ringan di gusi.

3. Tipe 3 :Tipe ini merupakan penyakit von willebrand dengan nilai faktor von willebrand yang jauh ddi bawah batas normal (tidak ada sama sekali). Gejalanya yaitu pendarahan spontan di persendian.

4. Psuo-Platelee : jenis ini terjadi karena nilai platelet yang menurun seiring dengan gejala tipe 2.

Penyakit von willebrand bisa dialami oleh usia berapa pun. Tingkatannya pun bervariasi yaitu mulai dari yang ringan sampai berat. Jika tingkatannya masih ringan, gejalanya masih belum tampak dan sulit dideteksi. Beberapa gejala yang biasanya terjadi yaitu : 

  • Gusi sering berdarah
  • Pendarahan berlebihan selama atau setelah melahirkan
  • Mudah memar atau memar dengan ukuran yang besar
  • Mimisan yang terlalu sering
  • Mengalami menstruasi dengan jumlah darah yang terlalu banyak
  • Nyeri badan
  • Lemas
  • Kekurangan darah
  • Bengkak

Penyakit von willebrand merupakan penyakit yang cenderung memiliki tanda dan gejala yang relatif ringan. Kondisi ini menyebabkan tidak mudah didiagnosis. Apabila terdapat indikasi atau kelainan perdarahan, dokter akan memberikan saran untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis hematologi.

Dokter spesialis akan mengevaluasi kondisi penderita dengan pertanyaan yang mendetail terkait riwayat medis yang dialami. Dokter kemudian akan memeriksa pembengkakan atau gejala lainnya yang berhubungan dengan perdarahan. Selain itu, dokter mungkin akan memberikan saran untuk melakukan beberapa tes seperti :

  • Von Willebrand factor antigen : mengetahui kadar faktor Willebrand di dalam darah.
  • Aktivitas ristocetin cofactor:  mengukur performa faktor Willebrand pada proses pembekuan darah, dengan menggunakan antibiotik bernama ristocetin.
  • Aktivitas pembekuan faktor VIII : menunjukkan kadar dan aktivitas faktor VIII yang tidak normal.
  • Von Willebrand factor multimers: mengevaluasi struktur faktor von Willebrand secara lebih spesifik, struktur protein kompleks (multimers), dan bagaimana molekulnya terurai. Tes ini membantu dokter untuk mengidentifikasi tipe penyakit von Willebrand yang diderita oleh pasien.

Tes atau pemeriksaan yang dilakukan akan memberikan hasil yang berbeda pada setiap pasien. Beberapa faktor yang memengaruhinya yaitu olahraga, infeksi, stres, kehamilan dan obat – obatan. Sehingga, beberapa tes perlu dilakukan kembali untuk mengetahui hasil yang optimal.  

Sumber :

www.sehatq.com

www.honestdocs.id

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*